Senin, 11 Juli 2011

Penjabaran Sadar Wisata Melalui Konsep Sapta Pesona

TEMPAT WISATA HARUS KEMBANGKAN SAPTA PESONA
PENGERTIAN SAPTA PESONA

Sapta Pesona merupakan jabaran konsep SADAR WISATA khususnya terkait dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah (Host) dalam upaya menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata Desa Bebetin. Jabaran slogan adalah dengan mewujudkan unsur-unsur :
1. Aman
2. Tertib
3. Bersih
4. Sejuk
5. Indah
6. Ramah Tamah
7. Kenangan
Uraian Sapta Pesona tersebut menyatu tak terpisahkan di dalam program-program pembangunan kepariwisataan sebagai sektor andalan devisa Nasional, pendidikan Kota, kebudayaan Bangsa, serta program kesejahteraan warga seperti berikut:
1. Aman
o Suatu kondisi lingkungan destinasi wisata yang memberi rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan wisatawan.
o Daerah tujuan wisata dengan lingkungan yang membuat nyaman wisatawan dalam melakukan kunjungan.
o Menolong, melindungi, menjaga, memelihara, memberi dan meminimalkan resiko buruk bagi wisatawan yang berkunjung.
2. Tertib
o Destinasi yang mencerminkan sikap disiplin, teratur dan profeional, sehingga memberi kenyamanan kunjungan wisatawan.
o Ikut serta memelihara lingkungan
o Mewujudkan Budaya Antri
o Taat aturan/ tepat waktu
o Teratur, rapi dan lancar
3. Bersih
o Layanan destinasi yang mencerminkan keadaan bersih, sehat hingga memberi rasa nyaman bagi kunjungan wisatawan
o Berpikiran positif pangkal hidup bersih
o Tidak asal buang sampah/ limbah
o Menjaga kebersihan Obyek Wisata
o Menjaga lingkungan yang bebas polusi
o Menyiapkan makanan yang higienis
o Berpakaian yang bersih dan rapi
4. Sejuk
o Destinasi wisata yang sejuk dan teduh akan memberikan perasaan nyaman dan betah bagi kunjungan wisatawan.
o Menanam pohon dan penghijauan
o Memelihara penghijauan di lingkungan tempat tinggal terutama jalur wisata
o Menjaga kondisi sejuk di area publik,restoran, penginapan dan sarana fasilitas wisata lain
5. Indah
o Destinasi wisata yg mencerminkan keadaan indah menarik yang memberi rasa kagum dan kesan mendalam wisatawan.
o Menjaga keindahan obyek dan daya tarik wisata dalam tatanan harmonis yang alami
o Lingkungan tempat tinggal yang teratur, tertib dan serasi dengan karakter serta istiadat lokal
o Keindahan vegetasi dan tanaman peneduh sebagai elemen estetika lingkungan
6. Ramah Tamah
o Sikap masyarakat yang mencerminkan suasana akrab, terbuka dan menerima hingga wisatawan betah atas kunjungannya
o Jadi tuan rumah yang baik & rela membantu para wisatawan
o Memberi informasi tentang adat istiadat secara spontan
o Bersikap menghargai/toleran terhadap wisatawan yang datang
o Menampilkan senyum dan keramah-tamahan yang tulus.
o Tidak mengharapkan sesuatu atas jasa telah yang diberikan
7. Kenangan
o Kesan pengalaman di suatu Destinasi wisata akan menyenangkan wisatawan dan membekas kenangan yang indah, hingga mendorong pasar kunjungan wisata ulang
o Menggali dan mengangkat budaya lokal
o Menyajikan makanan/ minuman khas yang unik, bersih dan sehat
o Menyediakan cendera mata yang menarik
Maka mari memulai… perhatikan.. lakukan Program ini! OBYEK WISATA DESA membutuhkan berfungsinya Kelompok SADAR WISATA! Jika telah terbentuk Pokdarwis di wilayah Anda, berusahalah memanfaatkan Kelompok tersebut dengan mensosialisasikan program SAPTA PESONA…! Datangnya wisatawan hanyalah sarana untuk memberdayakan potensi masyarakat, dan ujungnya adalah meningkatnya ‘kesejahteraan’ warga demi hidup lebih berkualitas.
Dalam usaha pengembangan potensi wisata Bukit Bebetin dan sekitarnya di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, diharapkan seluruh tempat- tempat yang memiliki potensi wisata yang ada di Desa Bebetin, dapat mengembangkan sapta pesona untuk memberikan keindahan, kebersihan dan kenyamanan pada tempat wisatanya. Harapan ini disampaikan utamanya ditujukan kepada masyarakat dan pelaku pengembang wisatanya
Pengembangan konsep Sapta Pesona sangat perlu dilakukan oleh setiap pihak yang terkait dengan industri wisata. Karena dengan seperti itu, obyek wisata yang akan ditawarkan bisa menarik minat wisatwan untuk berkunjung. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk mengangkat Desa Bebetin, dalam sektor kepariwisataan. “Bila perlu dilakukan pentas budaya lokal Bebetin bisa dilakukan sebagai daya tariknya, tidak hanya satu kali setahun dipentaskan, namun bisa dilakukan 3 bulan atau 6 bulan sekali. Seperti kegiatan rutin Atraksi Wisata Sapi Gerumbungan “Wiwit Merta Sari”, seminggu sekali dan kegiatan mestinya dilakukan pula pentas atau atraksi budaya lainnya.
Kemudian mengenai kebersihan obyek wisata yang masih kotor perlu di bersihkan baik sampahnya dan lain sebagainya termasuk tertib mengenai penataan parkirnya tempat makannya maupun restorannya di mana jangan sampai kertiban ini masuk keluarnya kendaraan di tempat wisata itu menganggu wisatawan yang berkunjung denga didukung pengadaan bak-bak penampungan sampah sementara-akhir yang dikelola dengan baik.
Revitalisasi Sadar Wisata Menuju Kesejahteraan Warga
Program Pokdarwis memiliki dua sasaran pokok yaitu bagaimana menjadi TUAN RUMAH yang baik dan ikut menikmati kunjungan wisatawan hingga mampu meningkatkan ‘nasionalisme’ bahkan bisa merasakan menjadi wisatawan. Realisasi pokdaswis adalah dengan melaksanakan SAPTA PESONA, hingga mendorong Destinasi menjadi lebih bersaing, meningkatkan jumlah wisatawan yang datang, mendorong pembangunan lokal dan peluang kerja warga masyarakat. Dengan demikian program ini bagi masyarakat adalah demi peningkatan kesejahteraan hidup.
(Sumber: Panduan Sadar Wisata, 2008)
Penutup
Sosialisasi dan revitalisasi yang efektif dipaparan makalah ini perlu diwujudkan diatas kesadaran, bahwa budaya Bali akan tetap diminati warganya, sehingga wisatawan yang datang merasakan pengalaman kunjungan selama di Desa Bebetin sebagai atraksi kebudayaan yang sebenarnya dengan lingkungan sejarah dan alam yang mempesona. Mungkinkah kesadaran masyarakat seiring dengan mitra pemerintah dan wisatawan yang datang? Mari buktikan bahwa kita bisa! ***
Sumber Tulisan :
1. Buku Panduan Sadar Wisata, 2008.
2. Karang Taruna, 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar